skip to Main Content
Kelebihan Dan Kekurangan Finishing HPL

Kelebihan dan Kekurangan Finishing HPL

HPL atau High Pressure Laminate merupakan material finishing interior yang sangat populer saat ini. Namun sebelum anda memutuskan untuk menggunakan bahan ini pertimbangkan dulu kelebihan dan kekurangan finishing HPL.

Semua informasi yang saya tulis di artikel ini adalah hasil pengalaman pribadi saya dalam mengerjakan berbagai jenis furniture menggunakan HPL, mulai dari dipan, lemari baju, meja kerja, meja rias, hingga kitchen set lengkap.

Pertama anda perlu tahu ada banyak merek HPL dipasaran yang dijual saat ini. Masing-masing merek juga memiliki harga dan kualitas yang berbeda. Merek yang paling sering saya gunakan dalam proyek adalah HPL by TACO. Menurut saya merek TACO ini memiliki kualitas yang cukup baik dan harga yang sangat ekonomis dan”wajar”.

Ada juga merek-merek HPL lain yang lebih murah namun kualitasnya tidak terlalu bagus. Maka dalam artikel ini saya akan jadikan merek TACO sebagai standart HPL yang akan dibahas.

Nah mari kita mulai pembahasan tentang kelebihan dan kekurangan finishing HPL.

Kelebihan Finishing HPL

  1. Tahan gores. Ingat “tahan” gores, bukan “ANTI” gores. Artinya finishing HPL memiliki ketahanan yang cukup kuat terhadap goresan-goresan atau senggolan benda-benda tajam. Karena tahan terhadap goresan maka tampilan HPL akan tetap seperti sediakala untuk waktu yang cukup lama.
  2. Perawatan sangat mudah. Tidak perlu teknik yang rumit untuk merawat HPL. Cukup dibersihkan dan dilap dengan cairan pembersih furniture yang umum dijual dipasaran maka permukaan HPL akan bersih kembali.
  3. Harga ekonomis. HPL merupakan bahan yang terlihat cantik dan elegan namun tidak akan menguras kantong anda. Rata-rata furniture dan kitchen set yang menggunakan HPL sebagai finishing dijual dengan harga yang terjangkau.
  4. Mudah diperbaiki atau diservice. Jika ada HPL yang “compel” atau retak pada salah satu bagian furniture anda maka bisa dengan cukup mudah diperbaiki oleh tukang. Perlu saya jelaskan perbaikan HPL secara umum memang cukup gampang, namun tetap harus melihat tingkat kerusakannya. Ada beberapa kondisi yang membuat perbaikan bisa jadi lebih sulit namun secara umum HPL yang rusak tinggal dilepas menggunakan bantuan Thinner dan di tempel lapisan HPL yang baru.
  5. Banyak pilihan warna dan motif. Tersedia banyak sekali pilihan warna dan motif HPL yang bisa anda pilih sesuai selera dan “mood” interior anda.
  6. Proses pengerjaan relatif cepat. Jika anda memesan furniture dengan bahan finishing HPL, biasanya jangka waktu pengerjaanya tidak terlalu lama.
  7. Tahan Air. Yang saya maksud tahan air adalah permukaan HPL, bukan SAMBUNGAN HPL. Permukaan HPL tidak akan rusak atau berubah warna jika terkena air ataupun minyak.

Kekurangan Finishing HPL

  1. Mudah “compel”. Bagian paling rentan dari furniture yang dilapisi HPL adalah di sudut-sudut tajam pertemuan 2 sisi. Jika tidak dikerjakan dengan baik maka HPL bisa dengan mudah pecah atau terlepas sebagian. Nah sebetulnya kekurangan ini disebabkan oleh “skill” tukang yang kurang baik. Jika pengerjaan furniture dengan finishing HPL dikerjakan oleh tukang yang berpengalaman maka masalah HPL yang mudah compel bisa diatasi.
  2. Tidak terlalu tahan terhadap panas. Sampai teraf tertentu HPL cukup tahan dengan suhu yang hangat atau panas. Namun karena ditempelkan menggunakan lem, maka jika terpapar suhu panas dalam waktu yang lama daya rekat lem bisa mulai berkurang dan membuat HPL lepas atau “kembung”. Namun masalah ini jarang terjadi jika furniture atau kitchen set anda didesain dengan baik dan jauh dari sumber panas.
  3. Tidak cocok untuk outdoor. Berhubung tidak terlalu tahan terhadap suhu hangat dan panas maka furniture dengan finishing HPL kurang cocok diletakan di area outdoor.
  4. Warna dasar hitam. Permukaan HPL memang tersedia dalam berbagai warna dan motif. Namun warna dasar dari HPL adalah hitem (coklat gelap). Maka disudut-sudut furniture sering terlihat garis hitam apalagi jika warna HPLnya terang. Nah sebetulnya ini bisa diatasi dengan menggunakan “edging” atau mewarnai sudut-sudut furniture menggunakan cat atau warna lain yang mirip dengan warna HPL.
  5. Terkesan “pasaran”. Banyak sekali penyedia jasa interior yang menggunakan HPL sebagai pilihan finishing mereka. Mau tidak mau ini membuat HPL kadang terkesan pasaran, atau sudah banyak yang pakai. Menurut saya ini bisa jadi benar tapi bisa juga tidak. Nah cara menyiasatinya adalah dengan membuat desain yang elegan, cantik, dan unik. Dengan desain yang baik maka furniture HPL akan tetap terlihat mewah dan elegan.

Kesimpulan

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan finishing HPL berdasarkan penglaman saya membuat furniture dan kitchen set selama ini. Pada dasarnya HPL adalah bahan finishing yang sangat sering saya gunakan dan saya rekomendasikan. Kekurangan HPL bersifat relatif dan bisa diatasi dengan tenaga ahli yang terampil dan desain furniture atau interior yang baik.

Jika anda punya pertanyaan lebih lanjut mengenai finishing HPL atau anda butuh bantuan untuk mendesain interior anda silakan hubungi saya melalui halaman “hubungi saya” atau kolom komentar dibawah ini.

This Post Has 2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top